17 March 2007

Unexpected


unexpected |ˌənikˈspektid| |ˈənəkˌspɛktəd| |ʌnɪkˌspɛktɪd| |ʌnɛk-|
adjective
not expected or regarded as likely to happen : his death was totally unexpected | [as n. ] ( the unexpected) he seemed to have a knack for saying the unexpected.

Ga pernah gw expect sebelumnya, kalo gw bisa terbang. Terbang tiga kali lebih tinggi dari apapun - hattrick kalo dalam istilah bola. Semoga ada yang bakal megangin gw, biar gw ga kebablasan terbang tinggi, karena semakin tinggi gw terbang, ketika gw terjatuh, akan semakin sakit jatuhnya. Karena gw ga dibekali kemampuan kebal dari luka.

Read More..

13 March 2007

Jomblology (edisi 130307)

Kenapa ada banyak jomblo di dunia ini?
Jawabannya, mungkin aja karena banyak jomblo yang jaim. baik disengaja ato ngga.

Ada beberapa tipikal jomblo yang males mengakui kalo dirinya jomblo. Sementara yang lainnya, secara gak sengaja ter-akui sebagai gak jomblo. Misalnya karena tampangnya keren/cakep (ini contohnya gw kali ya?), kaya, punya gadget (Mac-gituh). Jadi kalo ada lawan jenis yang ga sengaja ngliat, langsung jiper duluan.

Wah, tampang keren kayak gitu, kayaknya udah punya pacar deh. Ga jadi nge-gebet ah!” (hal ini kayaknya ga berlaku buat para playboy/playgirl)

satu solusi untuk mengatasi hal itu, pasanglah status jomblo pada dirimu. Misalnya, dengan memakai kaos bertuliskan “SAYA JOMBLO”. Kalau hal ini dirasa terlalu vulgar, mungkin bisa memakai trik kedua. Seperti ini misalnya, untuk dipasang sebagai status YM: “PERHATIAN: DI LIST FRIEND YANG ONLINE DI YM ANDA MASIH ADA YANG JOMBLO.” Jadi, gak secara vulgar ngaku kalo dirinya jomblo. Iseng2 browsing, nemu gambar ini. hihi...

buat jomblo yang baca ini, semoga lekas sembuh!

NB: beberapa menit setelah memasang status YM tersebut diatas, ada setidaknya 4 orang jomblo yang mengajak saya chatting :))

Read More..

11 March 2007

Mysterious call

Tadi malem,
Telepon pertama dari temen kuliah. Nanyain gw lagi dimana. abis itu, nanya lagi, boleh ga mampir agak pagian. besok? tanyaku. Pagi, jam 3an, boleh ya... katanya buru-buru, langsung ditutup.

Telepon kedua dari temen kantor. Nanyain gw lagi dimana (pertanyaan pembuka yang standard).Abis itu, nanyain tanggal lahirku. Dia berusaha menebak nebak, sampai akhirnya aku kasih tahu. Sip buat ramal ramalan gituh, katanya. Teruru-buru, langsung ditutup juga.

Pagi ini
Telepon ketiga, cuman miskal. Jam 11.28. Entah nagih utang, kangen, gak jelas.

Read More..

08 March 2007

The theory begin

Akhirnya kesampaian juga, cita cita untuk membuat sebuah konspirasi besar, yang melibatkan banyak orang. Mungkin memang semua orang tak harus tau semuanya, demi kebaikan kita bersama. (code 1 & 1.5)

Btw, lagi kebayang juga, ada konspirasi membayangiku selama 2,5 bulan ini. (dragged and dropped – code 2)

Read More..

04 March 2007

2nd change

Second life. Sebuah games online ala the sims. Sebuah tempat pelarian dari dunia nyata. Satu kesempatan untuk memperbaiki apa yang tidak kita punya di dunia nyata.

Satu hal yang gak boleh dilupain sama orang yang mainin second life, ‘Never forget your first life’.

Read More..

27 February 2007

A rainbow at the rainy day


Disela sela rintik gerimis sore ini, sekilas terlihat pelangi samar samar membentang sepanjang horizon. Sementara di arah berlawanan, matahari masih menyinarkan teriknya.

Benar teman, kita berhasil. Walaupun dengan sedikit terseok dan tersendat. Inilah secercah kecil asa kita. Yah, kita bisa. Tapi belum saatnya untuk kita berbangga diri. Pelangi ini sebentar lagi sirna seiring tenggelamnya matahari.

Terus berjuang, teman..

(Dedicated to xcr team Jan-Feb 2007)

Read More..

24 February 2007

nu spirit 2007

Jam setengah dua pagi.

Segelas Iced Cappuccino, beberapa lembar tissue dibawah gelasnya, notbuk, koneksi internet yang agak2 suck, sofa empuk, temen-temen, plus suasana malem mingguan (rame banget yah diluar). Diluar agak dingin abis hujan.

Suasana baru hidupku. Dengan sedikit semangat baru. Tahun baru udah lewat 55 hari, tapi baru kurasakan rasanya semangat baru tahun baru 2007. Selamat tahun baru 2007 (hehe, telat yah)

Read More..

23 February 2007

futsal (FUTball aSAL)

Hari ini, status YM temen gw bunyinya: "ngurus PSSI kacau, KONI berantakan, - dst). Emang susah sih, ngurus banyak orang. Ngurus sedikit orang aja susah, apalagi banyak.

Jadi inget, bbrp bulan yang lalu (atau lebih dari satu tahun yang lalu) anak2 pada semangat banget maen futsal.

"Yok, maen futsal yok"
"Di deket rumah gw ada lapangan tuh, murah"

Tapi tetep aja, ampe sekarang rencana itu gak kesampaian. hahaha... emang susah ngurusin PSSI (dibaca: maen bola) :P

Gw sih gak pernah ikut2an nyaut-nyautin. Tapi sore ini, anak2 pada maen di lapangan rumput deket kantor. Beberapa sih semangat. Gw sih cuek aja. Walaupun akhirnya ikutan juga. Seru seruan aja, maen bentar, dapet keringet sama capek sedikit.

Btw, biarpun rencananya ada kompetisi futsal antar unit, yang akhirnya kandas juga (ya... namanya juga rencana). se-susah ngurusin PSSI kali ye...

Read More..

14 February 2007

14 February

Bagi beberapa orang, hari ini mungkin spesial. Valentine. Bagiku, hari ini biasa saja, berjalan seperti hari biasa lainnya. Tak ada gegap gempita suasana perayaan valentine diantara temen2 sekelilingku. Tak ada bagi-bagi bunga, coklat atopun candle light.

Saat menjelang malam, akhirnya aku menemukan teman kencanku. Sepanjang malam aku terjaga. Sudah lama aku tak melakukan hal ini. Baru sekitar jam 4 pagi, aku dapat tertidur setelah kencan semalam suntuk yang melelahkan itu.

I love my job, I love advertising (Am I just loved the money?)

Read More..

02 February 2007

Passion

(Part 1)
Bbrp hari ini, Jakarta dilanda hujan deres. Nyaman banget buat tidur. Hampir tiap pagi aku terlelap hingga melebihi jam masuk kantor yang telah ditetapkan. Yah, artinya aku telat masuk kantor lagi.

Komputer mati, (just fyi: komputer mati, berarti kamarku mati. Tak ada tv, tak ada hiburan). Menambah kesendirianku di kamar kost. Kupikir, tak ada gunanya aku berdiam diri disini. Akhirnya kuputuskan untuk berangkat kantor. Toh hujan agak reda, walaupun masih ada gerimis kecil mengiringiku, dengan sisa sisa semangat yang ada (passion?).

Di tengah perjalanan, kurasakan Jakarta yang sebenar-benarnya. Jakarta yang banjir. Beberapa jalan alternatifku ke kantor dihadang banjir. Beberapa orang dengan gerobaknya menghadang menawarkan bantuan untuk menyeberang. Di jalan alternatif yang lain, beberapa orang yang berjaga menyarankan Aku untuk balik arah. ‘Banjirnya setinggi dada’ – katanya. Akhirnya aku pun balik arah. Dan melangkah tanpa arah tujuan.

Aku kehilangan arah..


(Part 2)
“Hey, jangan cengeng!” kata suara kecil yang membisiki-ku.
Yah, aku bisa saja naek gerobak pengangkut, yang artinya aku harus menyisihkan upah untuk menyeberang, begitu juga ketika aku pulang nanti malam. Aku bisa saja naik taksi lewat jalan tol, satu-satunya jalan yang kupikir bebas banjir. Atau, aku bisa saja lewat jalan lain, yang (menurutku) memutar cukup jauh.
Tapi untuk apa?

Itu mungkin yang disebut passion (heh, tema kantorku dalam rangka ulang tahunnya – 15 years of passion) atau aku ngga punya passion itu?

Aku berangkat ke kantor, demi absensi? Aku nyampe di kantor, menghabiskan waktu berjam jam untuk browsing & chatting.. atau bahkan main pac-man. Untuk itukah passion itu..?

Bahkan ketika akupun menemukan jalan untuk sampai ke kantor, di kantorpun aku kehilangan arah…

Read More..